Search

Content

Friday, December 21, 2012

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part Two)




Ini adalah bagian kedua dari seri lagu-lagu rilisan 2012 terfavorit. Setelah 12 lagu dari musisi mancanegara, sekarang ini saya mau berbagi 12 lagu dari musisi tanah air yang kerap saya putar sepanjang 2012.

Kebanyakan dari lagu-lagu ini adalah single dan belum memiliki album. Beberapanya malah versi demo yang saya temui di Soundcloud. Berbicara mengenai Soundcloud, saya kini sangat menikmati browsing lagu di Soundcloud, terutama mencari band-band lokal yang berpotensi.

Kegemaran saya mencari band-band lokal berpotensi adalah sebuah kegemaran yang telah saya lakukan sejak tahun 2007. Awalnya gara-gara tuntutan pekerjaan terdahulu yang mengharuskan saya mencari talenta-talenta baru yang belum banyak mendapat sorotan. Namun akhirnya, kegiatan pencarian ini berlanjut dan menjadi kegiatan rutin yang saya lakukan hingga kini, walaupun pekerjaan saya saat ini tidak lagi menuntut hal tersebut.

Dari tahun 2010, beberapa talenta lokal yang saya anggap menarik, biasanya saya publikasikan melalui blog dalam rubrik Nirdeteksi yang menyorot musisi atau band tanah air yang kurang atau belum mendapat perhatian publik. Sebenarnya saya ingin terus mengupdate rubrik Nirdeteksi tersebut secara rutin namun apa daya karena kesibukkan pekerjaan harian, kini rubrik tersebut jarang diupdate. Terutama pada tahun ini.

Namun, beberapa nama yang sudah saya rencanakan akan masuk ke dalam rubrik Nirdeteksi pada akhirnya masuk dalam list ini. Mudah-mudahan musisi dan band yang saya masukkan ke dalam list ini tidak keberatan lagunya saya sebarkan. Karena berbagi sesuatu yang baik merupakan hal yang baik. :)

Selamat mendengarkan.


Peka - If I'm Losing You

Peka adalah band asal Sawojajar, Malang, Jawa Timur terbilang cukup senior di daerahnya. Terbentuk dari tahun 1999 namun hingga kini mereka belum merilis satu pun album. Lagu ini "If I'm Losing You" dirilis pada awal 2012. Dari pertama mendengar, saya langsung menyukainya. Irama indie rock dengan melodi pop yang kuat sanggup membuat saya menekan tombol repeat. 


Munchausen Trilemma - If Loving You is Heart Breaking

All-female band ini dibentuk atas prakarsa Diantra Irawan yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Hollywood Nobody. Pertama kali mendengar "If Loving You is Heart Breaking" ketika Dian meminta saya untuk membuatkan press release untuk projectnya ini pada awal tahun 2012. Dian mengaku banyak terinpirasi dari band-band indie rock masa kini seperti Warpaint, Best Coast, dll. Namun setelah saya mendengar materinya, entah kenapa terbersit aroma rock alternatif 90an dari musik Munchausen Trilemma ini. Suara Dian yang renyah berdampingan dengan raungan distorsi tipis dan alunan bas yang melodius menjadikan kesenangan tersendiri bagi telinga saya untuk terus mendengar lagu ini.


Tristan - Songbird

Saya mendengar lagu "Songbird" ini di tahun 2010 melalui seorang teman yang mengirimkan demo antah berantah yang tanpa disertai judul. Dari pertama dengar, saya langsung jatuh cinta dengan "Songbird" ini. Akhirnya di tahun 2012, Tristan yang merupakan duo asal Jakarta merilis album debut mereka dan lagu "Songbird" ditampilkan dalam versi yang lebih matang. Mendengar "Songbird" seperti menyimak cerita sedih yang berakhir bahagia. Dibuka dengan tenang melalui sahutan gitar akustik dan suara Andrie yang terdengar muram dan ditutup dengan berbagai bebunyian yang membuat lagu ini menjadi meriah. 



Marsh Kids - Molly May

Ketika mengetahui Ade Paloh membuat sebuah side project bernama Marsh Kids, saya sebagai penggemar SORE, menaruh harapan cukup besar. Dan syukurlah harapan saya terwujud dengan baik walaupun secara musikal Marsh Kids cukup berbeda dengan SORE. Terbukti pada lagu "Molly May" ini yang memiliki atmosfir santai dengan beat medium dan bebunyian instrumen yang sederhana. Bertolak belakang dengan musik SORE yang biasanya penuh dengan alunan string section dan detail-detail suara yang memenuhi lagu. Yang cukup mengejutkan, menurut pengakuan Ade Paloh sendiri, lagu "Molly May" ini adalah satu-satunya lagu Marsh Kid yang dibuat bersama Mondo, partnernya terdahulu di SORE.


Nadafiksi - Burung

Nadafiksi adalah salah satu band unggulan yang memeriahkan scene folk di Bandung yang kini tengah semarak dan bergeliat. Musik Nadafiksi adalah musik folk yang kontemplatif dengan alunan lirik yang bercerita dan sarat makna yang dinyanyikan dengan sangat indah oleh perpaduan vokal pria dan wanita yang unik. Suara Yudha yang menggetarkan, terdengar sangat terjaga. Sementara itu, suara Ida dengan vokalnya yang meliuk-liuk, terdengar lebih lepas, seperti bernyanyi tanpa beban. Namun keduanya saling melengkapi. Lagu "Burung" adalah karya terfavorit saya dari mereka sejauh ini. Bagian verse lagu ini terdengar gelap dengan nada-nada minor namun semuanya berubah menjadi terang saat lagu beranjak ke refren yang bernada major. "Burung" adalah representasi tepat untuk ungkapan 'Habis Gelap, Terbitlah Terang'.


Hightime Rebbelion - Good at Being Young

Hightime Rebbelion adalah salah satu band lokal yang sangat saya nantikan albumnya untuk dirilis. Musik mereka yang memadukan berbagai unsur seperti funk, britpop dan psychedelic selalu membuat badan untuk sedikit bergoyang mengikuti iramanya yang danceable. Namun di lagu "Good at Being Young" ini yang saya dengarkan pertama kalinya melalui Soundcloud sangat berbeda dengan lagu-lagu mereka yang lainnya. Bagi saya "Good at Being Young" adalah lagu yang sangat sinematik. Cocok jika dipadukan dengan sebuah adegan dari film. Suara Rendy dan Miyane yang bernyanyi bersama sepanjang lagu terdengar sangat serasi di lagu yang berdasar piano ini. Sayangnya menurut pengakuan Rendy, lagu "Good at Being Young" ini tidak jadi dimasukkan pada debut album penuh mereka nanti yang rencananya akan dirilis di awal 2013.

Midnight Runners - Midnight Shine

Midnight Runners adalah duo elektronika asal Bandung yang memadukan musik disco ala akhir 70an dengan musik boogie yang populer di awal 80an. Sejauh pengamatan saya, belum ada grup musik lokal atau DJ di Indonesia yang mengkhususkan diri pada genre tersebut. "Midnight Shine" ada pada ep mereka yang dirilis di tahun 2012 oleh sebuah label Singapura. Sesuai dengan judulnya, lagu ini sangat cocok didengarkan di malam hari. Mungkin di perjalanan menuju sebuah klub. 


Topan Daru - Cahaya Harapan Impian Karunia Angkasa Raya

Lagu ini saya dapat dari seorang kawan melalui email. Dia juga dikirim oleh temannya, bassist dari band asal Yogyakarta, The Monophones. Konon lagu ini adalah materi untuk album The Monophones selanjutnya. Dari awal dengar lagu ini sanggup saya repeat berulang kali. Karena itu saya begitu penasaran, siapa yang menyanyikan lagu ini, karena vokalis The Monophones itu wanita sementara lagu ini bersuarakan vokal pria. Akhirnya saya mendapati lagu ini pada akun Soundcloud dari seseorang bernama Topan Daru yang ternyata drummer dari The Monophones. Sepertinya lagu ini adalah ciptaannya yang lalu ia nyanyikan sendiri. Walaupun judul "Cahaya Harapan Impian Karunia Angkasa Raya" terasa berlebihan, namun semua suara yang ada di dalamnya sesuai porsi dengan takaran yang cukup sehingga membuat telinga ini nyaman untuk mendengarkannya berulang kali. Lagu ini masih dalam versi demo namun sudah membuat saya jatuh cinta untuk kesekian kalinya.


Harlan Boer - Kiri Kanan

Harlan Boer ialah tokoh scene independent Jakarta yang telah lama melintang dari era 90an. Pertama kali mengenalnya saat ia masih menjadi bassist dari band spesialis The Cure yang bernama Room V. Lalu ia juga sempat memperkuat lini awal dari The Upstairs dan di pertengahan 2000an, Bin, panggilan akrabnya dikenal sebagai vokalis dari band kolektif C'Mon Lennon yang baru-baru ini dirilis ulang albumnya dalam bentuk vinly. Lagu ini adalah karya terbaru dari Bin yang kini mencoba untuk bersolo karir. "Kiri Kanan" adalah sebuah lagu sederhana yang bertutur mengenai sepatu. Melalui iringan gitar akustik, suara Bin yang apa adanya dan didampingi vokal wanita yang manis dari Sesi membuat "Kiri Kanan" terdengar lugu dan menggemaskan yang mungkin akan membuat AT Mahmud berharap bahwa lagu ini beliau yang ciptakan.



Ikkubaru - Heart House

Ikkubaru band baru asal Bandung yang dibentuk pada malam Natal 2011 dengan berbagai pengaruh dari musik pop Jepang 80an seperti Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Toshiki Kadomatsu dan masih banyak lagi. Namun saya juga mendengar sedikit pengaruh Ben Folds pada musik mereka. Salah satu buktinya ada pada lagu "Heart House" ini. Lagu ini memiliki melodi yang ringan, ritem piano yang konstan dan rif gitar yang terselip di beberapa bagian. Mendengar "Heart House" membuat suasana menjadi lebih cerah dan menyenangkan. 


Answer Sheet - Riverside

Duo asal Yogyakarta ini mungkin satu-satunya musisi lokal dengan karya sendiri yang konsisten untuk menampilkan instrumen ukulele sebagai instrumen utamanya. Di tahun 2012 ini, Answer Sheet kembali merilis single yang rencananya akan ada dalam debut album mereka nanti. Single yang bertajuk "Riverside" ini menjadi penelusuran terbaru Answer Sheet, bagaimana mereka membawa ukulele lebih jauh lagi. Hasilnya, sebuah komposisi berdurasi 6 menit yang penuh dengan bunyi piano yang berpadu dengan synth yang kesemuanya dibungkus dengan cantik oleh ritem dari ukulele yang mereka mainkan. 

Payung Teduh - Berdua Saja


Tahun 2012 adalah tahunnya Payung Teduh, band folk pop yang telah dibentuk dari tahun 2007 di kampus Universitas Indonesia. Album debut mereka dirilis di tahun 2010 dan diedarkan terbatas dan baru di tahun 2012 saat mereka merilis album kedua, Dunia Batas melalui label Ivy League dan diproduseri oleh Ramondo Gascoro, mantan personil SORE, nama mereka semakin bergaung di masyarakat. Lagu "Berdua Saja" sudah pernah saya dengar di album pertama mereka namun pada album kedua Dunia Batas, lagu ini kembali dihadirkan dengan produksi yang lebih tertata. Iringan string section dan muted horn menambah keromantisan dari lagu ini seraya mengukuhkan Payung Teduh sebagai band romansa yang santun dan bersahaja.


Klik pada gambar di bawah ini untuk mengunduh semua lagu di atas.

0 comments:

Post a Comment

Dimas Ario is a devoted mixtape maker. He have firm fixation towards good pop songs, catchy songs with no pretensions. No guilty pleasures when it comes to good tunes.