Search

Content

2 comments

Pop Indonesia 80an


Musik pop Indonesia yang dihasilkan pada akhir era 70an hingga pertengahan 80an menurutnya memiliki kompleksitas tersendiri namun tidak meninggalkan notasi nada yang ramah untuk dicerna telinga.  Mix ini adalah cuplikan cerita dari era tersebut. Sebuah era dimana pop komersil belum tersentuh oleh nada melayu dan lirik cinta yang menyedihkan.


1. Lagu Pembuka Aneka Ria Safari
2. Utha Likumahua - Sesaat Kau Hadir
3. Fariz RM - Kurnia & Pesona
4. Purnomo Sikas - Dunia Cinta
5. Dian Pramana Poetra - Semurni Kasih
6. Chaseiro - Dara
7. Tika Bisono - Pagi
8. Christ Kayhatu - Kau Yang Ceria
9. Transs - Kalangan Dusta
10. Vina Panduwinata - Kumpul Bocah
11. Achmad Albar - Rada Rada Gila
12. Dhenok Wayhudi & Indra Tjahja - Asmaraku Asmaramu
13. Trio Bebek - Lagu Putih
14. Eramono Soekaryo & Rina Wahyu - Saat Denganmu
15. Candra Darusman - Indahnya Sepi
16. Jockie Soeryoprayogo & Dhenok Wahyudi - Dalam Kelembutan Pagi
17. January Christy - Aku Ini Punya Siapa
18. Pahama - Himbauan Jiwa
19. Lagu Penutup Selekta Pop

<iframe width="100%" height="120" src="https://www.mixcloud.com/widget/iframe/?feed=https%3A%2F%2Fwww.mixcloud.com%2Fwhiteboardjournal%2Fselected-dimas-ario%2F&hide_cover=1&light=1" frameborder="0"></iframe>
3 comments

Marching to the Jubilant Beat




Bulan lalu saya diminta kawan saya, Ardo Ardhana untuk menyumbangkan mixtape dan playlist soundcloud favorit ke website Formal Norrm, yang dikelola olehnya beserta istrinya, Nina. Formal Norrm menampilkan berbagai rupa berita dan produk yang meliputi berbagai bidang seperti musik, art & design dan lifestyle.

Karena mixtape saya ini ditampilkan di bulan Maret oleh karena itu judul mixtapenya harus bersinggungan nama bulan Maret. Nama Marching to the Jubilant Beat saya pilih menjadi judul mixtape ini karena masih satu nafas dengan lagu-lagu yang saya rangkai di mixtape ini yang menampilkan lagu-lagu sunshine pop yang bernuansa cerah dan positif.

Silahkan menuju ke sini untuk mengunduh mixtape Marching to the Jubilant Beat.
0 comments

Dimas Ario's Valentine Mix 2013 - Micro-moment of Positivity Resonance

Beberapa minggu lalu saya membaca artikel menarik yang memaparkan hasil dari sebuah penelitian termuktahir mengenai konsep baru dari hubungan cinta. Penelitian ini juga telah dirangkum menjadi sebuah buku bertajuk Love 2.0: How Our Supreme Emotion Affects Everything We Feel, Think, Do, and Become.

Dalam buku tersebut, psikolog Barbara Fredrickson mematahkan ungkapan "everlasting love" "true love" atau kisah-kisah cinta bombastis yang selama ini kita kenal melalui novel, film atau musik yang dapat membuat pengharapan akan hubungan cinta ideal semakin tinggi.

Karena sebaliknya menurut buku tersebut cinta itu terjadi dengan lebih sederhana. Dibentuk oleh momen-momen kecil di kehidupan kita ketika berinteraksi dengan sesama dan dapat menghasilkan energi positif. Karena itu Barbara Fredrickson menyebut cinta sebagai "micro-moment of positivity resonance" yang akhirnya saya jadikan judul mixtape Valentine ini.

Konsep "micro-moment of positivity resonance" sangat menarik bagi saya karena terasa realistis. Karena cinta tidak dapat bertahan selamanya. Cinta harus terus diciptakan dan diusahakan. Konsep itu yang membangunkan kesadaran akan perlunya sebuah usaha lebih dalam sebuah hubungan antar manusia agar terus menghasilkan momen-momen kecil yang positif dalam rangka menjaga kelestariannya. Ini sebuah tantangan. Tentunya tidak hanya bagi saya namun juga bagi kita semua yang ingin hidupnya terus dipenuhi energi positif yang pada akhirnya dapat membawa kebahagiaan.

Mungkin sudah saatnya, Paul McCartney mengganti judul dari lagu lama bandnya menjadi "All you need is Micro-moment of Positivity Resonance" :D

Setelah absen di tahun 2012 semenjak pertama kali buat di tahun 2011, tahun 2013 ini saya kembali membuat mixtape Valentine yang masih dipenuhi lagu-lagu cinta favorit saya yang mudah-mudahan dapat mewarnai hari-hari kalian yang penuh dengan momen-momen positif, tidak hanya bersama pasangan saja namun juga bersama sesama kita.

Selamat hari kasih sayang.




Foto dan tata sampul: Nastasha Abigail

Tracklist:

1. Bibio - Lovers' Carvings
2. The Delays - Love Made Visible
3. Josh Rouse - Love Vibration
4. The Adams - Hanya Kau
5. SST - Happy With You Girl
6. Flamingos - I Only Have Eyes For You
7. R.E.M - At My Most Beautiful
8. June &amp; The Exit Wounds - How Much I Really Loved You
9. Brian Wilson - The Like in I Love You
10. The Zombies - This Will Be Our Year
11. Paul McCartney - This Never Happened Before
12. Divine Comedy - Perfect Lovesong
13. Quiet Village  - Keep On Rolling

Download

Silahkan download juga Mixtape Valentine saya di tahun 2011 dan juga dengar Playlist Valentine lagu-lagu Indonesia yang saya buat untuk web layanan musik streaming khusus musik Indonesia, Ohdio.
0 comments

Dimas Ario's Christmas Mix 2012



"Membuat mix Natal tahunan yang kelima = udah mulai bingung lagu Natal favorit mana yang belum dan mau dimasukkan"

Itulah tweet saya beberapa hari lalu saat sedang membuat mix Natal tahun ini. Membuat mix Natal selalu menjadi rutinitas akhir tahun yang menyenangkan. Sama menyenangkannya dengan membuat mix lagu-lagu rilisan terbaru yang didengar sepanjang tahun.

Namun yang membedakannya, kalau lagu-lagu rilisan terbaru pasti berubah-rubah tiap tahunnya, sementara lagu-lagu Natal tidak terlalu banyak pilihan yang baru setiap tahunnya. Biasanya lagunya sama namun didaur ulang oleh banyak penyanyi atau grup musik. Atau ada juga beberapa grup musik atau penyanyi yang memang secara khusus membuat lagu Natal karya mereka sendiri. Namun yang seperti ini jumlahnya sedikit setiap tahunnya.

Jadi cukup wajar jika tahun ini yang telah memasuki tahun kelima saya membuat mix Natal, saya jadi semakin sulit memilih lagu mana yang akan masuk dalam mix. Lagu-lagu yang saya masukkan tentunya harus saya sukai. Harus saya dengarkan dulu beberapa kali. Jika ada lagu Natal yang tidak terdengar enak setelah beberapa kali putaran atau terasa tidak sesuai dengan mood keseluruhan mix, pastinya akan saya buang dari list.
0 comments

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part One)




Akhir tahun selalu menjadi momen untuk kembali napak tilas dari apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun.  Apa yang sudah kita lalui, kita capai atau kita tinggalkan terkadang masing-masing memiliki penanda tertentu yang dapat kita kenang di masa depan.

Bagi banyak orang, penanda tersebut adalah lagu. Lagu yang menjadi soundtrack untuk berbagai hal yang terjadi sepanjang tahun. Seperti tahun lalu, saya tidak lagi banyak mendengarkan album musik. Hanya beberapa album yang saya dengarkan intens. Sisanya, saya lebih memilih mendengarkan banyak lagu.

12 lagu yang kesemuanya rilisan 2012 di bawah ini yang saya dengarkan sepanjang tahun, menemani kisah-kisah baik suka maupun duka di 2012 yang bagi saya pribadi merupakan tahun yang penuh liku, naik dan turun. Tentunya ada banyak lagu lain yang saya dengar di tahun ini namun tidak saya masukkan dalam list ini karena bukan rilisan 2012 dan juga mungkin karena terlalu personal.

Semua lagu yang ada di list ini adalah lagu-lagu favorit rilisan tahun ini yang menurut saya sayang untuk dilewatkan banyak orang. Beberapa lagu di sini mungkin sudah banyak ditampilkan di berbagai media musik yang kamu baca namun beberapanya sepertinya kurang mendapat sorotan padahal mereka patut untuk didengar.

Ini adalah bagian pertama dari lagu-lagu favorit saya sepanjang 2012. Bagian kedua yang berisi lagu-lagu dalam negeri akan menyusul dalam waktu dekat. Selamat mendengarkan!

St. Lucia - Closer Than This

St. Lucia adalah moniker dari musisi kelahiran Afrika Selatan yang besar di Brooklyn, New York, Jean Philip Grobler. Lagu ini ada dalam ep yang dirilis di bulan Maret 2012. Pertama kali mendengar lagu "Closer Than This" ini yang pertama kali terlintas adalah pengaruh 80an yang kental dengan layer synth dan hentakan drum elektrik. Refren lagu ini adalah tipe refren yang sanggup hinggap di kepala dalam jangka waktu yang lama.

Friends - I'm His Girl

Friends adalah salah satu band Brooklyn generasi terbaru yang memiliki nama generik yang tidak ramah mesin pencarian internet, seperti juga band Tops, Cults dan Literature. Musik Friends memiliki pengaruh dari musik di awal 80an, khususnya pada musik dari Tom-Tom Club, ESG dan Lisa-Lisa &amp; Cult Jam. Single "I'm His Girl" ini menarik perhatian saya dari awal dengar dengan line bass yang groovy dan cara beryanyi vokalis Samantha Urbani yang seksi.

Simian Ghost - Automation

Pertama mengetahui band asal Swedia ini saya tidak langsung jatuh cinta dengan lagu "Automation" ini melainkan saya mendengarkan lagu lain yang merupakan single pertama dari album kedua mereka Youth yang dirilis bulan Februari 2012. Tertarik dengan single pertama tersebut, saya langsung mendownload album mereka. Ternyata sealbum banyak lagu yang bagus. Cukup sulit menentukan mana yang favorit. Setelah beberapa kali putaran, saya akhirnya jatuh cinta dengan "Automation" ini. Dari detik pertama, lagu ini sudah memiliki hook dan melodi yang kuat dan berlanjut hingga detik terakhir. Musik mereka pada dasarnya pop namun dengan balutan sedikit elektronika dan terkadang distorsi yang samar.

Passion Pit - Constant Conversations

Lagu ini membuat Passion Pit menanggalkan jubah indie rocknya menjadi blue-eyed soul yang menggairahkan. Lagu seperti ini yang seharusnya dirilis oleh banyak penyanyi modern R&amp;B di Amerika Serikat saat ini. "Constant Conversations" diambil dari album mereka Gossamer yang dirilis setelah perjuangan selama tiga tahun dari vokalis Michael Angelakos melawan penyakit Bipolar Disorder yang dideritanya. Jadi album Gossamer ini berisi berbagai muatan emosi, mulai dari sakit hati, kebingungan akan penyakit kejiwaan hingga perasaan nyaman yang semu, salah satunya yang tertuang pada lagu "Constant Conversations" ini: "Yeah I love you and I need you/But someday you're gonna need to find some other kind of place to go," begitu kata Michael Angelakos.

Constrobuz - Night Town

Constrobuz adalah satu dari banyak band/musisi yang saya ketahui dari hasil pemburuan di blog-blog mp3. Jika dilihat dari sampul albumnya yang menampilkan foto contra bas, tulisan hiragana dan judul album serta nama Constrobuz yang ditampilkan dengan font Times New Roman, saya sempat mengira ini adalah sebuah album jazz kontemporer dari musisi Jepang. Namun dugaan saya salah. Constrobuz adalah alter ego dari seorang produser asal Releigh, North Carolina di Amerika Serikat. Tidak butuh waktu lama bagi saya mencintai album Rain and Dust dari Constrobuz ini. Dan dengan ini saya nobatkan album Rain and Dust sebagai album tengah malam terbaik 2012. Dan lagu ini menjadi contoh terbaiknya. Dengarkan lagu ini saat berkendara di tengah malam saat keadaan di luar hujan deras.

Dorsh - Je t'aime

Pertama kali mendengar lagu ini saya tidak pernah menyangka bahwa penyanyinya yang bersuara halus dan memikat adalah seorang pria bernama Dorsh Deans yang memiliki darah "Jaminglican" (Jamaican, English and American). Mendengar debut singlenya "Je t'aime" ini seperti mendengar Sade yang diiringi oleh Sova (masih inget band elektronik Indonesia satu ini?) Untuk ukuran single debut sebagai penyanyi - setelah sebelumnya sempat menjadi sound engineer, produser, DJ bahkan pemain sepak bola - Dorsh terbilang sukses.

Tame Impala - Apocalypse Dreams

Band asal Australia ini salah satu dari sedikit band era sekarang yang berhasil meniupkan aroma psikadelik khas 60an namun tetap terdengar modern dan tidak berusaha untuk menjadi retro. Walaupun suara Kevin Parker sudah dipastikan akan membuat kita terkenang oleh sosok John Lennon. Album debut mereka Innerspeaker memperkenalkan mereka sebagai calon bintang psikadelik yang akan bersinar. Dan melalui album kedua mereka Lonerism yang dirilis bulan Oktober 2012 lalu, Tame Impala mengukuhkan posisinya. Lagu ini adalah buktinya.

Blur - Under the Westway

Kembalinya Blur di dunia musik ditandai dengan "Under the Westway" yang bisa saya katakan sebagai salah satu lagu balada terbaik sepanjang 2012. Lagu berdasar piano ini indah dan simpel namun pastinya sangat diperhitungkan setiap detailnya. Lagu ini menambah jejeran lagu balada dari Blur yang selalu membuat kesedihan tiba-tiba datang menyergap.

Frank Ocean - Thinkin Bout You

Untuk Frank Ocean ini harus diakui saya termakan hype. Musisi ini begitu banyak diperbincangkan berbagai kalangan karena pengakuan dirinya yang gay dan juga album debutnya Channel Orange yang menuai banyak reaksi positif. Karena penasaran, saya lalu mencoba untuk mendengarkan album Channel Orange tersebut. Dan walhasil, album itu menjadi high rotation pada beberapa waktu di 2012 ini. Lagu "Thinkin Bout You" termasuk favorit. Dibuka dengan alunan biola yang menghayutkan yang lalu disambut dengan synth hangat dan beat-beat kecil di tengah lengkingan falsetto Frank Ocean pada bagian refren. Lagu ini bersinar tanpa perlu berusaha banyak.

Haim - Forever

Haim adalah trio yang semuanya bersaudara, terdiri dari tiga wanita menarik dengan gaya busana terkini. Sejauh ini mereka belum merilis album. Banyak yang membandingkan musik mereka dengan Fleetwood Mac. "Forever" adalah tipikal lagu pop musim panas yang mengundang setiap orang yang mendengarkannya untuk menggerakkan badan. Album debut Haim akan dirilis tahun depan. Patut diantisipasi.

Pet Shop Boys - Breathing Space

Saya bukan penggemar berat Pet Shop Boys. Hanya mendengar beberapa albumnya. Itu pun tidak intens. Namun baru kali ini saya intens mendengarkan album mereka yang dirilis tahun 2012 ini. Album ini menunjukkan ketenangan dari umur mereka yang tidak muda lagi. Salah satu lagu yang membuktikan pernyataan saya ini adalah "Breathing Space" yang dibuka dengan dentingan gitar akustik yang lembut yang menuntun kita untuk berkontemplasi sepanjang lagu.

Rhye - The Fall

Kalau ditanya lagu terfavorit saya sepanjang 2012, lagu ini jawabannya. Saya putar berulang kali dalam beberapa bulan ke belakang. Mereka juga merilis versi live dari lagu ini yang juga sama bagusnya. Ketika pertama kali muncul di tahun ini, tidak ada yang tahu pasti latar belakang dari Rhye ini. Mereka merilis lagu beserta video musiknya secara anonymous. Namun belakangan diketahui bahwa Rhye ini merupakan project kolaborasi lintas negara antara penyanyi/produser asal Toronto, Mike Milosh yang sebelumnya telah merilis tiga album solo dan juga Robin Hannibal asal Denmark yang sebelumnya bergabung dengan grup electro-soul, Quadron.

Lagu "The Fall" ini sungguh sebuah lagu pop dengan produksi brilian. Detail suara yang kecil seperti petikan biola yang dimainkan pizzicato, suara cello yang terkadang menyeruak hingga beat drum yang monoton namun adiktif membuat lagu ini layak untuk terus diputar berulang. Perhatikan bagian akhir lagu ini yang indah dimana semua instrumen perlahan menghilang menyisakan alunan string section yang lembut. Seperti menyimak pasangan yang masih berdansa di sebuah ballroom kosong yang telah ditinggal banyak orang.

Lagu ini menjadi tambah sempurna oleh suara Mike Milosh (lagi-lagi tadinya saya mengira ini suara wanita) yang terdengar sensual dan intim. Saat Mike Milosh menyerukan "Make love to me" di tengah dentingan piano dan beat drum tidak membuat saya berpikir bahwa ia sedang menggoda untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka namun terasanya bahwa Mike Milosh sedang mengutarakan keinginannya untuk meluapkan bentuk emosi paling intim antara hubungan dua manusia.

Saya menganggap Project Rhye ini sebagai project cinta yang dibentuk oleh dua orang pria yang tengah kasmaran kepada pasangannya masing-masing. Dan lagu ini buktinya nyatanya. "The Fall" adalah lagu yang penuh romansa nan sensual tanpa perlu mengumbar kata cinta dan kalimat-kalimat erotis.

Klik gambar di bawah ini untuk mengunduh semua lagu di atas.
0 comments

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part Two)




Ini adalah bagian kedua dari seri lagu-lagu rilisan 2012 terfavorit. Setelah 12 lagu dari musisi mancanegara, sekarang ini saya mau berbagi 12 lagu dari musisi tanah air yang kerap saya putar sepanjang 2012.

Kebanyakan dari lagu-lagu ini adalah single dan belum memiliki album. Beberapanya malah versi demo yang saya temui di Soundcloud. Berbicara mengenai Soundcloud, saya kini sangat menikmati browsing lagu di Soundcloud, terutama mencari band-band lokal yang berpotensi.

Kegemaran saya mencari band-band lokal berpotensi adalah sebuah kegemaran yang telah saya lakukan sejak tahun 2007. Awalnya gara-gara tuntutan pekerjaan terdahulu yang mengharuskan saya mencari talenta-talenta baru yang belum banyak mendapat sorotan. Namun akhirnya, kegiatan pencarian ini berlanjut dan menjadi kegiatan rutin yang saya lakukan hingga kini, walaupun pekerjaan saya saat ini tidak lagi menuntut hal tersebut.

Dari tahun 2010, beberapa talenta lokal yang saya anggap menarik, biasanya saya publikasikan melalui blog dalam rubrik Nirdeteksi yang menyorot musisi atau band tanah air yang kurang atau belum mendapat perhatian publik. Sebenarnya saya ingin terus mengupdate rubrik Nirdeteksi tersebut secara rutin namun apa daya karena kesibukkan pekerjaan harian, kini rubrik tersebut jarang diupdate. Terutama pada tahun ini.

Namun, beberapa nama yang sudah saya rencanakan akan masuk ke dalam rubrik Nirdeteksi pada akhirnya masuk dalam list ini. Mudah-mudahan musisi dan band yang saya masukkan ke dalam list ini tidak keberatan lagunya saya sebarkan. Karena berbagi sesuatu yang baik merupakan hal yang baik. :)

Selamat mendengarkan.


Peka - If I'm Losing You

Peka adalah band asal Sawojajar, Malang, Jawa Timur terbilang cukup senior di daerahnya. Terbentuk dari tahun 1999 namun hingga kini mereka belum merilis satu pun album. Lagu ini "If I'm Losing You" dirilis pada awal 2012. Dari pertama mendengar, saya langsung menyukainya. Irama indie rock dengan melodi pop yang kuat sanggup membuat saya menekan tombol repeat. 


Munchausen Trilemma - If Loving You is Heart Breaking

All-female band ini dibentuk atas prakarsa Diantra Irawan yang sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Hollywood Nobody. Pertama kali mendengar "If Loving You is Heart Breaking" ketika Dian meminta saya untuk membuatkan press release untuk projectnya ini pada awal tahun 2012. Dian mengaku banyak terinpirasi dari band-band indie rock masa kini seperti Warpaint, Best Coast, dll. Namun setelah saya mendengar materinya, entah kenapa terbersit aroma rock alternatif 90an dari musik Munchausen Trilemma ini. Suara Dian yang renyah berdampingan dengan raungan distorsi tipis dan alunan bas yang melodius menjadikan kesenangan tersendiri bagi telinga saya untuk terus mendengar lagu ini.


Tristan - Songbird

Saya mendengar lagu "Songbird" ini di tahun 2010 melalui seorang teman yang mengirimkan demo antah berantah yang tanpa disertai judul. Dari pertama dengar, saya langsung jatuh cinta dengan "Songbird" ini. Akhirnya di tahun 2012, Tristan yang merupakan duo asal Jakarta merilis album debut mereka dan lagu "Songbird" ditampilkan dalam versi yang lebih matang. Mendengar "Songbird" seperti menyimak cerita sedih yang berakhir bahagia. Dibuka dengan tenang melalui sahutan gitar akustik dan suara Andrie yang terdengar muram dan ditutup dengan berbagai bebunyian yang membuat lagu ini menjadi meriah. 



Marsh Kids - Molly May

Ketika mengetahui Ade Paloh membuat sebuah side project bernama Marsh Kids, saya sebagai penggemar SORE, menaruh harapan cukup besar. Dan syukurlah harapan saya terwujud dengan baik walaupun secara musikal Marsh Kids cukup berbeda dengan SORE. Terbukti pada lagu "Molly May" ini yang memiliki atmosfir santai dengan beat medium dan bebunyian instrumen yang sederhana. Bertolak belakang dengan musik SORE yang biasanya penuh dengan alunan string section dan detail-detail suara yang memenuhi lagu. Yang cukup mengejutkan, menurut pengakuan Ade Paloh sendiri, lagu "Molly May" ini adalah satu-satunya lagu Marsh Kid yang dibuat bersama Mondo, partnernya terdahulu di SORE.


Nadafiksi - Burung

Nadafiksi adalah salah satu band unggulan yang memeriahkan scene folk di Bandung yang kini tengah semarak dan bergeliat. Musik Nadafiksi adalah musik folk yang kontemplatif dengan alunan lirik yang bercerita dan sarat makna yang dinyanyikan dengan sangat indah oleh perpaduan vokal pria dan wanita yang unik. Suara Yudha yang menggetarkan, terdengar sangat terjaga. Sementara itu, suara Ida dengan vokalnya yang meliuk-liuk, terdengar lebih lepas, seperti bernyanyi tanpa beban. Namun keduanya saling melengkapi. Lagu "Burung" adalah karya terfavorit saya dari mereka sejauh ini. Bagian verse lagu ini terdengar gelap dengan nada-nada minor namun semuanya berubah menjadi terang saat lagu beranjak ke refren yang bernada major. "Burung" adalah representasi tepat untuk ungkapan 'Habis Gelap, Terbitlah Terang'.


Hightime Rebbelion - Good at Being Young

Hightime Rebbelion adalah salah satu band lokal yang sangat saya nantikan albumnya untuk dirilis. Musik mereka yang memadukan berbagai unsur seperti funk, britpop dan psychedelic selalu membuat badan untuk sedikit bergoyang mengikuti iramanya yang danceable. Namun di lagu "Good at Being Young" ini yang saya dengarkan pertama kalinya melalui Soundcloud sangat berbeda dengan lagu-lagu mereka yang lainnya. Bagi saya "Good at Being Young" adalah lagu yang sangat sinematik. Cocok jika dipadukan dengan sebuah adegan dari film. Suara Rendy dan Miyane yang bernyanyi bersama sepanjang lagu terdengar sangat serasi di lagu yang berdasar piano ini. Sayangnya menurut pengakuan Rendy, lagu "Good at Being Young" ini tidak jadi dimasukkan pada debut album penuh mereka nanti yang rencananya akan dirilis di awal 2013.

Midnight Runners - Midnight Shine

Midnight Runners adalah duo elektronika asal Bandung yang memadukan musik disco ala akhir 70an dengan musik boogie yang populer di awal 80an. Sejauh pengamatan saya, belum ada grup musik lokal atau DJ di Indonesia yang mengkhususkan diri pada genre tersebut. "Midnight Shine" ada pada ep mereka yang dirilis di tahun 2012 oleh sebuah label Singapura. Sesuai dengan judulnya, lagu ini sangat cocok didengarkan di malam hari. Mungkin di perjalanan menuju sebuah klub. 


Topan Daru - Cahaya Harapan Impian Karunia Angkasa Raya

Lagu ini saya dapat dari seorang kawan melalui email. Dia juga dikirim oleh temannya, bassist dari band asal Yogyakarta, The Monophones. Konon lagu ini adalah materi untuk album The Monophones selanjutnya. Dari awal dengar lagu ini sanggup saya repeat berulang kali. Karena itu saya begitu penasaran, siapa yang menyanyikan lagu ini, karena vokalis The Monophones itu wanita sementara lagu ini bersuarakan vokal pria. Akhirnya saya mendapati lagu ini pada akun Soundcloud dari seseorang bernama Topan Daru yang ternyata drummer dari The Monophones. Sepertinya lagu ini adalah ciptaannya yang lalu ia nyanyikan sendiri. Walaupun judul "Cahaya Harapan Impian Karunia Angkasa Raya" terasa berlebihan, namun semua suara yang ada di dalamnya sesuai porsi dengan takaran yang cukup sehingga membuat telinga ini nyaman untuk mendengarkannya berulang kali. Lagu ini masih dalam versi demo namun sudah membuat saya jatuh cinta untuk kesekian kalinya.


Harlan Boer - Kiri Kanan

Harlan Boer ialah tokoh scene independent Jakarta yang telah lama melintang dari era 90an. Pertama kali mengenalnya saat ia masih menjadi bassist dari band spesialis The Cure yang bernama Room V. Lalu ia juga sempat memperkuat lini awal dari The Upstairs dan di pertengahan 2000an, Bin, panggilan akrabnya dikenal sebagai vokalis dari band kolektif C'Mon Lennon yang baru-baru ini dirilis ulang albumnya dalam bentuk vinly. Lagu ini adalah karya terbaru dari Bin yang kini mencoba untuk bersolo karir. "Kiri Kanan" adalah sebuah lagu sederhana yang bertutur mengenai sepatu. Melalui iringan gitar akustik, suara Bin yang apa adanya dan didampingi vokal wanita yang manis dari Sesi membuat "Kiri Kanan" terdengar lugu dan menggemaskan yang mungkin akan membuat AT Mahmud berharap bahwa lagu ini beliau yang ciptakan.



Ikkubaru - Heart House

Ikkubaru band baru asal Bandung yang dibentuk pada malam Natal 2011 dengan berbagai pengaruh dari musik pop Jepang 80an seperti Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Toshiki Kadomatsu dan masih banyak lagi. Namun saya juga mendengar sedikit pengaruh Ben Folds pada musik mereka. Salah satu buktinya ada pada lagu "Heart House" ini. Lagu ini memiliki melodi yang ringan, ritem piano yang konstan dan rif gitar yang terselip di beberapa bagian. Mendengar "Heart House" membuat suasana menjadi lebih cerah dan menyenangkan. 


Answer Sheet - Riverside

Duo asal Yogyakarta ini mungkin satu-satunya musisi lokal dengan karya sendiri yang konsisten untuk menampilkan instrumen ukulele sebagai instrumen utamanya. Di tahun 2012 ini, Answer Sheet kembali merilis single yang rencananya akan ada dalam debut album mereka nanti. Single yang bertajuk "Riverside" ini menjadi penelusuran terbaru Answer Sheet, bagaimana mereka membawa ukulele lebih jauh lagi. Hasilnya, sebuah komposisi berdurasi 6 menit yang penuh dengan bunyi piano yang berpadu dengan synth yang kesemuanya dibungkus dengan cantik oleh ritem dari ukulele yang mereka mainkan. 

Payung Teduh - Berdua Saja


Tahun 2012 adalah tahunnya Payung Teduh, band folk pop yang telah dibentuk dari tahun 2007 di kampus Universitas Indonesia. Album debut mereka dirilis di tahun 2010 dan diedarkan terbatas dan baru di tahun 2012 saat mereka merilis album kedua, Dunia Batas melalui label Ivy League dan diproduseri oleh Ramondo Gascoro, mantan personil SORE, nama mereka semakin bergaung di masyarakat. Lagu "Berdua Saja" sudah pernah saya dengar di album pertama mereka namun pada album kedua Dunia Batas, lagu ini kembali dihadirkan dengan produksi yang lebih tertata. Iringan string section dan muted horn menambah keromantisan dari lagu ini seraya mengukuhkan Payung Teduh sebagai band romansa yang santun dan bersahaja.


Klik pada gambar di bawah ini untuk mengunduh semua lagu di atas.

0 comments

Medium Rare


Beberapa bulan belakangan, saya agak bosan dengan musik yang saya dengar. Tidak ada sesuatu yang baru yang menyegarkan. Walaupun banyak musik rilisan terbaru yang saya dengar namun tetap saja ada perasaan bosan yang menghinggapi.

Lalu di suatu malam, pacar saya bertanya kepada saya soal J Dilla, produser legendaris dalam dunia Hip Hop.  Saya hanya mengetahui J Dilla ini adalah figur yang sangat disegani dalam industri musik. Karya-karyanya terus menjadi perbincangan dan terus didengar walau ia telah wafat pada tahun 2006. 

Malam itu, saya dan pacar browsing beberapa karya J Dilla yang menurut kami enak. Dari situ, saya jadi meneruskan untuk browsing karya-karya Hip Hop sejenis dari beberapa grup dan produser lainnya.

Saya lalu terpikir untuk membuat mixtape Hip Hop untuk diberikan kepada pacar saya.

Saat itu, saya seperti mendapatkan kesegaran baru. Mendengar dengan seksama musik yang sebelumnya saya tidak kenal dengan baik. Sebelum ini, saya hanya mengenal Hip Hop sepintas lalu. Musik Hip Hop ini merupakan musik yang saya masih bisa nikmati walaupun bukan dalam kadar menggemari.

Saya sangat menyukai beat-beat Hip Hop yang terkesan mentah namun sangat dinamis. Terlebih jika musik Hip Hop tersebut menyelipkan sample-sample lagu soul yang biasanya datang dari era 60-70an.

Akhirnya mixtape Hip Hop pertama saya telah selesai dan saya berikan kepada pacar saya. Ia pun menikmati lagu-lagu yang saya pilih. Pada kelanjutannya, saya memutuskan untuk mengupload dan membagikannya seperti yang biasa saya lakukan.

Dan inilah, debut mixtape Hip Hop buatan saya. Bisa dikatakan ini sebuah pengantar bagi saya untuk lebih menyelami lebih dalam musik Hip Hop. Kalau ada yang mau merekomendasikan musik-musik Hip Hop lainnya, dengan senang hati saya akan menerimanya. 

Saya harap kamu dapat menikmati mendengar mixtape ini seperti saya menikmati saat membuatnya.


Medium Rare
a mixtape by Dimas Ario



01. K15 - Hey Jay
02. J Dilla - Sun In My Face (Instrumental)
03. Black Star-You Already Knew
04. Pharcyde - Runnin' (Instrumental)
05. MF Doom – Doomsday
06. Madvillain feat MED a.k.a Medaphoar – Raid
07. Flying Lotus - Fall in Love
08. Madlib &amp; J Dilla - The Message
09. RJD2 – Run
10. Declaime - Flowers (Instrumental)
11. The Jazzual Suspects - This Beat (Original Mix)
12. A Tribe Called Quest - Find My Way (Instrumental)
13. The Globetraddas – Love
14. Madlib - Funky Blue Note
15. JuSoul - Thank You
16. Quasimoto - The Unseen (Instrumental)
17. J Dilla  Feat. Common &amp; D'Angelo - So Far To Go
18. Dela - We Wil All Be Free
19. Slum Village – Players
20. Common - It's Your World (Part 1 and 2)



0 comments

Post 100 Dan Hadiah Mixtape


Ini adalah post saya keseratus di blog ini yang sekarang berumur dua tahun. Selama dua tahun hanya menghasilkan 100 post bukan prestasi yang bagus. Harusnya bisa lebih dari ini. Tapi selalu ada alasan kesibukan pekerjaan, waktu yang tidak ada atau keasyikan menulis di blog mikro (baca: Twitter)

Statistik pengunjung blog menurut beberapa layanan penyedia data cukup baik. Walaupun tidak bisa terbilang hebat. Paling tidak sudah ada pengunjung setia yang kerap datang ke sini walaupun saya tidak rajin ngepost.

Karena saya percaya persentase pengunjung blog ini lebih banyak mengunjungi halaman mixtape dan juga berkenaan dengan post keseratus ini, maka saya ingin merayakannya dengan membagikan mixtape.

Kali ini mixtapenya sengaja tidak menyertakan tracklist. Karena lagu-lagu yang ada di sini rata-rata pasti familiardi telinga banyak orang. Lagu-lagu yang bisa disebut sebagai pop dewasa kontemporer ini adalah lagu-lagu yang dulu populer pada jamannya.



Jadi, tidak perlu saya sertakan tracklist sepertinya juga sudah sangat mudah tertebak, bukan? Silahkan langsung mengunduh mixtape hadiah di sini.

Selamat untuk diri saya karena masih bisa mempertahankan untuk terus ngepost di blog ini dan juga terima kasih untuk para pengunjung blog ini, bagi para pengujung setia, pengunjung sesekali dan pengunjung yang nyasar.


Salam takzim


Dimas Ario
0 comments

Nyanyian Pedusi


Hadiah ulang tahun untuk Rahne Putri dimana mixtape ini berisi semua penyanyi atau band dengan vokalis wanita.

Vol 1:

1. Joel Vandroogenbroeck - Kinderspiel
2. Pomplamoose - My Favorite Things
3. Julie Delpy - An Ocean Apart
4. Ingrid Michaelson - Keep Breathing
5. Karen Ann - L'Onde Amère
6. The Mummers - Place for Us
7. El Perro del Mar - (At Your Best) You Are Love
8. Siljie Nes - Ames Room
9. Rosie Thomas - Love (John Lennon cover)
10. The Softies - I Love You More
11. Jessica Lea Mayfield - Our Hearts Are Wrong
12. Liz Janes - I Don't Believe
13. The Pippetes - Winter Sky
14. Rose Melberg - Old Days
15. New Buffalo - I've Got You and You've Got Me

Vol 1

Vol 2:

1. Yoko Ono - Let Me Count The Way
2. Ingrid Michaelson - Keep Breathing
3. Mia Doi Todd - Summer Love
4. Rumer - Alfie
5. Mechanical Bride - Umbrella (Rihanna Cover)
6. Joanna Newsom - '81
7. Rosie Thomas - Love (John Lennon)
8. Marie-Pierre Arthur - Déposer les armes
9. Cocteau Twins - Golden-vein
10. His Name Is Alive - Go To Hell Mountain
11. Sheila Nicholls - Fallen for You
12. KT Tunstall - Under the Weather
13. New Buffalo - I've Got You and You've Got Me

Vol 2
2 comments

Renjana


Sepanjang sejarah musik populer Indonesia, era yang jarang atau sedikit sekali mendapat publikasi adalah era 50an. Padahal di era 50an tidak sedikit penyanyi dan musisi mumpuni yang posisinya tidak dapat tergantikan hingga sekarang.

Mengapa musik Indonesia era 50an yang sebenarnya menyimpan harta tak ternilai kerap terlewat begitu saja oleh banyak orang? Jawabannya klise: pendokumentasian yang buruk. Sebuah kisah nyata bangsa ini. Contohnya, mulai dari master rekaman yang sudah tidak jelas keberadaannya hingga tidak lengkapnya data-data penerbitan dari sebuah album rekaman.

Sebenarnya dokumentasi industri musik Indonesia pada era-era selanjutnya juga tidak lebih baik. Namun era 50an ini yang dokumentasinya paling memprihatikan.

Beruntunglah, ada orang-orang Indonesia dan juga orang berkebangsaan lain yang menaruh perhatian lebih akan karya musik bangsa ini. Beberapa mendokumentasikannya dengan menulis buku atau membuat video dokumenter. Sebagian lagi adalah mereka yang tekun mentransfer lagu-lagu dari piringan hitam  - yang kebanyakan berkualitas rendah -  ke dalam bentuk digital untuk kemudian mengunggahnya agar dapat diunduh dan dinikmati orang banyak. Bagi orang yang hidup pada eranya, lagu-lagu tersebut menjadi angin nostalgia yang sejuk dan bagi para generasi muda termasuk saya, seperti mendengarkan pelajaran sejarah yang sangat menarik.

Perlahan saya kumpulkan lagu-lagu Indonesia lama yang tersebar di internet. Beberapa lagu favorit dari era 60an dan 70an telah saya rangkai menjadi mixtape yang dulu pernah saya bagikan di tahun 2009. Dan untuk kali ini penelusuran saya sampai pada era 50an yang memang jejaknya cukup sulit ditemukan di ranah maya.

Saya tidak tahu lagu-lagu era 50an yang saya pilih ini seberapa populer pada jamannya. Atau apakah lagu-lagu ini berasal dari penyanyi Indonesia atau Malaysia (soalnya suka rancu dengan Melayu). Silahkan koreksi jika ada kesalahan. Yang pasti lagu-lagu ini yang langsung mencuri perhatian telinga saya pada kesempatan dengar perdana.

***

Secara khusus, mixtape ini saya buat untuk eyang putri saya. Beliau lahir di tahun 1936 jadi era 50an pasti sangat lekat memorinya. Di era itu juga, ia melahirkan ibu saya.

Eyang sangat suka bernyanyi. Ia dapat menyanyikan dengan lirik lengkap lagu-lagu yang usianya sudah puluhan tahun. Ingatannya tajam. Beberapa tahun terakhir, beliau kerap bernyanyi keroncong pada salah satu acara radio. Bernyanyi disini maksudnya beliau bernyanyi melalui telepon saat acara radio tersebut sedang berlangsung.

Di penghujung bulan November 2011, akhirnya saya dapat merealisasikan impian lama untuk dapat memberikan sebuah mixtape berisi lagu-lagu Indonesia kuno kepada eyang putri saya. Saat itu kami langsung mendengarkan mixtape ini bersama-sama. Di beberapa lagu, eyang masih sanggup menyanyikannya dengan lirik yang lengkap sementara di beberapa lagu lainnya, eyang tampak berusaha mengingat dengan jelas. Sungguh pemandangan yang membahagiakan ketika menyaksikan eyang saya begitu menikmati lagu-lagu yang saya pilih ini.

Dan momen tersebut ternyata adalah momen membahagiakan saya dengan eyang yang terakhir.

Tepat tujuh hari yang lalu, eyang putri berpulang ke penciptanya, menyusul eyang kakung saya yang meninggal dunia kurang lebih setahun yang lalu. Sepertinya eyang putri tidak dapat menahan kerinduannya terhadap eyang kakung. Saya pun melepasnya dengan ikhlas karena saya tahu ia kini berbahagia bersama eyang kakung saya di atas sana.

Jadi dapat dikatakan, mixtape ini adalah tribute saya untuk mereka berdua. Oleh karena itu juga saya memberi judul Renjana yang berarti rasa hati yang kuat.

Selamat jalan eyang. Kini eyang dapat bernyanyi bersama dengan penyanyi-penyanyi tahun 50an favorit eyang di sana. Sampaikan salam untuk Sam Saimun, Bing Slamet, Rien dan Nina Kirana. Katakan, saya penggemar mereka yang baru.


PS: foto dalam cover mixtape ini adalah foto kedua eyang saya yang diambil sekitar tahun 50an.



Renjana


1. Unknown artist - Lagu pembukaan RRI
2. Rien - Mengapa
3. Oslan Husein - Kasih Tak Sampai
4. Bing Slamet - Kasih Nan abadi
5. Hasnah Tahar - Serunai Malam
6. Titiek Puspa - Djauh Tinggi di Awan
7. Lies Sidik - Belaian Sayang
8. S. Dharmanto - Bersenandung
9. Sam Saimun &amp; Elly Srikudus - Iseng Bersama
10. Tuty Ahem - Kunang Kunang
11. Sajekti - Dirgahayu
12. Rien - Apabila Kau Tersenyum
13. Indriati Iskak - Lagu Gembira  
14. Tuti  Sangid - Buaian Malam
15. Nina Kirana - Pergi Tanpa Pesan
16. Fetty Fatimah - Melati Berbunga
17. Corryati - Bertamasja
18. P Ramlee - Seribu Satu Malam
19. Sam Saimun - Lukisan Malam
20. Unknown artist - Lagu penutup RRI

http://ge.tt/7HGEI3U/v/0

0 comments

Dimas Ario's Christmas Mix 2011 - Joyously





Membuat mix Natal bagi saya sama menyenangkan seperti merangkai pohon natal di rumah. Saya menikmati prosesnya dari mulai memilih, menyusun, merangkai dengan tema besar lalu membagikannya ke publik.

Dan seperti prinsip pohon Natal yang menjadi penerang, lagu-lagu Natal juga dapat menerangi hari Natal dan membuat hari Natal menjadi lebih hangat.

Untuk mix Natal tahun ini cukup spesial. Karena ini adalah mix Natal pertama yang saya buat di luar kota Bandung. Mulai Desember 2011, setelah 10 tahun tinggal di kota Bandung, akhirnya saya kembali ke tanah kelahiran, yakni Jakarta.
0 comments

Dimas Ario's Favorite Songs of 2011




Bulan Desember selalu akan menjadi bulan penuh list. Dimana momen akhir tahun dirayakan dengan membuat berbagai list retrospektif.

Beberapa kerabat saya - para music enthusiast -  telah lebih dulu menuliskan list album dan lagu favorit mereka di tahun 2011. Silahkan simak list dari Edwin SandiDiantra dan Alex. 

Pada list tahun kemarin, disebabkan oleh pergeseran rutinitas dalam mendengarkan album, saya tidak lagi menuliskan list album favorit. Yang ada hanyalah lagu favorit. Hal tersebut berulang lagi untuk tahun ini.

Bagi saya dan mungkin juga bagi banyak orang, mendengarkan musik paling khusyuk itu saat sedang melakukan perjalanan. Lagu-lagu favorit rilisan 2011 ini sering saya dengarkan di jalan, tepatnya di jalan tol Cipularang, saat sedang berada di dalam mobil travel rute Jakarta Bandung.
0 comments

Rock-N-Roll Exhibition: Dimas Ario & Pratiwi Sasotya




Rock-n-Roll-Exhibition: Dimas Ario dan Pratiwi Sasotya
One for Sorrow, Two for Joy
:: Playlist, intro, song descriptions, and (most) photos, written and handpicked by Dimas and Tya ::
undefined
When Dethu first offered Tya to submit a playlist of her own for Rock n Roll Exhibiton, her first response was to say no as she know she is incapable of making one. He said, 'Take your time and think about it'. She did.
It was chatted about circa July 2010, and turns out, it took exactly a year to make.
And Dimas' name popped-up in her head, he's one consistent mixtape maker. Mixtapes she enjoyed listening to. Once Dimas agreed to do a playlist together, she persuaded Dethu let them do a combo.
They decided to only put duos and collaborations on the list to tie-up with the combo playlist theme. They also decided to put good ol' pop songs. There were many obscure and edgy ones already. Combining both personal preferred tunes was not a challenge, but distance is. She's in Surabaya, he's in Bandung. The playlist was done entirely through Yahoo Messenger and Skype, stealing times on office hours and staying awake at night. He took care of the track list, she looked for pleasing images.
'One for sorrow, two for joy' is an old nursery rhyme and is also the title of a song in the list. Guess it's aptly named.
One for sorrow,
Two for joy,
Three for a girl,
Four for a boy,
Five for silver,
Six for gold,
Seven for a secret never to be told.
_____________
Pratiwi Sasotya &amp; Dimas Ario: We hope you had fun listening to it, Dethu, as much as we did making it.
Pratiwi Sasotya: Oh! Happy Birthday to me! Thank’s Dethu, I’ll take this slot as me pressie. :P
Dimas Ario: Happy Birthday to you! :)
_____________
The Playlist:

01. You Make My Dreams - Hall and Oates
Pratiwi Sasotya (PS): Ini salah satu lagu pertama yang cukup gampang kita setujui.
Dimas Ario (DA): Iya yah. Soalnya kalau udah ngomongin duo, salah satu nama yang pasti terlintas pertama yah Hall and Oates ini.
PS: Mereka itu sebenernya hanya partner di band atau punya hubungan lebih?
DA: Errrrrr….
Voices/1980
undefined
02. Your Love Alone is Not Enough - Manic Street Preachers &amp; Nina Persson
PS: Ini my second favorite from Manic setelah "You Stole the Sun From My Heart". Eh, lirik lagu ini dibangun dari berbagai judul lagu Manic lho.
DA: Oh iya? Wah baru tau. Dan judul-judul itu nyambung jadi satu cerita ya. Cool.
PS: Iyaa.
Send Away the Tigers/2007
03. Bring It Back - McAlmont &amp; Butler
PS: Sebenernya I don’t recall the song, but remember the duo. Dan juga ingetnya, Butler cakep. Hehe.
DA: Iya, aku juga nebak-nebak aja waktu milih lagunya. Tapi ternyata bener ya. Lagu ini. Aku juga suka.
Bring It Back/2002

04. Gone Gone Gone (Done Moved On) - Robert Plant &amp; Alison Krauss
PS: Kalau ini memang suka lagunya. Not exactly a LedZep fans.
DA: Eh, seingetku pas kamu usul duo ini, kamu nggak bilang lagunya. Jadi aku nebak lagi.
PS: Aku lupa judulnya. Maklum, memori ikan Dori.
DA: Hehe. Sebenernya waktu denger lagu ini pertama kali nggak langsung suka. Setelah beberapa kali baru kerasa enaknya.
Raising Sand/2007
05. Icky Thump - The White Stripes
PS: This is my favorite White Stripes song. Period.
DA: Aku malah kurang suka.
PS: Oh iya?
DA: Iya, soalnya ada bagian dengan suara yang agak menganggu. Kamu kenapa suka lagu ini?
PS: Do I have to have a reason to like it?
DA: Nggak sih.
Icky Thump/2007
06. Trainsurfing - Stina Nordenstam &amp; Brett Anderson
DA: Aku baru denger lagu ini. Baru tau Stina pernah duet sama Brett. Ternyata ok juga lagunya.
PS: Aku taunya udah lama. Jadi dulu pernah denger satu lagu Stina. Tapi nggak tau tau caranya download album. Jadi download single by single pake napster. Type in Stina, and all her songs will pop out.
DA: Jadul sekali ya Napster. Kamu anak internet lama ya? *apa coba anak internet lama*
PS: Dari jaman MIRC, mas.
DA: Asl pls
This Is Stina Nordenstam/2001
07. I'll Be Seeing You - Francoise Hardy &amp; Iggy Pop
DA: Ini lagu lama, entah siapa yang nyanyi pertama. Lagu Broadway kalau nggak salah. Tapi aku denger pertama yah versi ini. Suka lagunya dan suka duet Iggy Pop dan Francoise Hardy yang unik. Nggak kebayang sebelumnya mereka bisa kolaborasi.
PS: Aku pertama denger lagu ini versi Billie Holiday. Itu OST-nya Stealing Beauty. Enak sih versi duet ini. Tapi aku tetep lebih suka versi Billie. Oh, ada juga lagu ini versi Frank Sinatra.
DA: Andaikan Billie duet dengan Sinatra lagu ini yah.
Jazz A Saint Germain/1997
08. Touch - Dave Grohl &amp; Louise Post
DA: Ini juga dari soundtrack kan? Filmnya nggak sebeken lagunya.
PS: Iya, filmnya judulnya juga Touch. Again, I have no reasons, I Just like it.
DA: Aku juga. Simply good pop song.
PS: Aku suka akhir liriknya, "I’ve been waiting silently, will you risk it all with me?" Kalau nge-tweet lirik itu harus pake hashtag #jleb
Touch: Music From The Motion Picture/1997

09. Indahnya Sepi - Candra Darusman &amp; Linda Marlina
PS: Ini aku tau waktu kecil. Dulu nggak suka. Setelah lebih besar, denger lagi dan suka.
DA: Aku malah denger versi cover-nya dulu, dari Ren Tobing dan Shelomita. Karena itu aku jadi penasaran dengan lagu-lagu Candra Darusman lainnya. Dan kini, dia menjadi salah satu songwriter Indonesia favoritku.
PS: Terus kenapa yang dipilih bukan versi Ren dan Shelomita?
DA: Karena ini versi original. Kamu tau kan aku suka original. Kamu juga suka original. Kulitnya itu lho. Nyam.
PS: Paha atas!
Indahnya Sepi/1982

10. One For Sorrow, Two For Joy - The Innocence Mission
DA: Aku suka Innocence Mission. Lagu ini salah satu lagu favorit dari mereka. Nggak ada cerita apa-apa sih mengenai lagu ini. Dari pertama denger langsung suka.
PS: Aku sebetulnya nggak dengerin Innocence Mission. A tad to slow for my liking. Hehe. Tapi lagunya lumayan juga buat pengantar tidur.
DA: Kurang berdistorsi ya untukmu?
PS: Lumayan. :D
Befriended/2003
11. Kisses - Kisses
PS: Never heard of it before. I don’t mind it though am not crazy about it.
DA: Iya, ini duo baru. Albumnya baru rilis tahun lalu.
PS: Oh pantes. Aku kan agak terbelakang soal musik-musik terbaru.
DA: Setiap dengar lagu ini yang terbayang suasana house party di pinggir pantai.
The Heart of Nightlife/2010

12. Saturday Come Slow - Massive Attack &amp; Damon Albarn
PS: Aku suka Massive Attack. Terutama album yang lama-lama yah. Dulu di Multiply aku review hampir semua album mereka kayaknya. Nah dari album Heligoland yang kata banyak orang malah jelek, aku paling suka lagu ini.
DA: Kalau aku selalu suka setiap karya Damon Albarn. Apa yang dia sentuh pasti bagus aja.
PS: Exactly. I admire Damon Albarn’s transitions from one band to another, one collaboration to another.
Heligoland/2010
13. Old Friends - Simon &amp; Garfunkel
DA: Kamu udah denger lagu mereka yang ini?
PS: Belum pernah denger. Aku juga bukan fans Simon &amp; Garfunkel tapi kalau ada yang lagi dengerin sealbum, I don’t mind it. Suka-suka aja.
DA: Aku sih suka sama mereka. Jadinya cukup sulit milih lagu mereka yang mana untuk palylist ini.
PS: Kok akhirnya milih yang ini?
DA: Karena "Old Friend" ini termasuk lagu underrated mereka. Nggak gitu beken tapi sebenernya bagus. Paling suka part string section di lagu ini.
PS: Sebenernya pas kamu bilang mau ada Simon &amp; Garfunkel, aku pengen "Ceicilia" tapi kok seperti nggak tau diri. Hehe.
DA: Ah iya, nama baptismu. :D
Bookends/1968
14. Stop, Look, Listen (To Your Heart) - Marvin Gaye and Diana Ross
PS: Aku baru tau lagu ini setelah baca di list kamu. Begitu denger langsung suka banget.
DA: Aslinya, lagu ini dibawakan oleh The Stylistics. Tapi duet antara dua penyanyi legendaris ini juga keren banget. Aku juga suka judul "Stop, Look, Listen".
PS: Seen it somewhere but I can't recall.
DA: Istilah umum sih itu. Banyak digunakan.
Diana &amp; Marvin/1973
15. Modern Nature - Sondre Lerche &amp; Lillian Samdal
PS: Lagunya enaak. Sondre aku suka most of his songs. Too bad I missed his concerts. Suka bagian ini:
Oh, what a world this life would be
Forget all your technicolour dreams
Forget modern nature
This is how itAs meant to be

DA: Aku suka udah dari dulu lagu ini. Terus pas nonton film Dan in Real Life pengisi soundtrack-nya Sondre semua. Aku harap-harap cemas ada nggak ya lagu ini. Eh, ternyata ada di akhir film. Waktu scene wedding dan Sondre dengan Lilian juga muncul di scene sebagai personil wedding band.
PS: Wah. Aku belum liat filmnya *catet*
Faces Down/2002
16. Said Sadly - The Smashing Pumpkins &amp; Nina Gordon
PS: Lagu ini aku baru aja denger di mobil temen. Kaget waktu diberi tahu ini lagu Smashing. Because that's not how I remember Billy sings ya. Hehe. Ternyata memang yang nyanyi James.
DA: Aku selalu suka karya James Iha di Smashing Pumpkins. Memang sebagian nggak jadi hits.
PS: Aku suka dia di A Perfect Circle.
Bullet With Butterfly Wings (single)/1995

17. Tiada Kata - Indra Lesmana &amp; Sophia Latjuba
DA: Di antara semua partner duet Indra Lesmana, aku paling suka duet dia dengan Sophia Latjuba. Suara Sophie itu khas sekali ya. Walaupun dia sebenernya nggak punya background nyanyi.
PS: Lagu ini enak ya tapi nggak terlalu catchy.
DA: Iya yah. Sebenarnya duet Indra Nania aku juga suka lagunya. Itu lebih catchy kayaknya. Tapi duet Indra Nania kurang cult. :D
PS: Iya deh yang music snob.
Tiada Kata/1993
18. Good Morning Baby - Bic Runga &amp; Dan Wilson
PS: Aku denger lagu ini dari OST American Pie waktu masih abg. Langsung suka.
DA: Ini lagu untuk kamu banget ya sebagai morning person.
PS: Tentunya. *jumawa* Now, when morning comes and my coffee is brewing, my smile is beaming.
American Pie: Music From The Motion Picture/1999
19. I Hope We Get to Love in Time - Marilyn McCoo and Billy Davis, Jr.
PS: Aku baru tau lagu ini dari list kamu. Dan suka. Tapi sampai sekarang belum sempet google sebenernya mereka ini siapa.
DA: Mereka pasangan suami istri dari grup The 5th Dimension *baru googling*
PS: Kamu tau lagu ini dari mana?
DA: Nggak sengaja juga. Biasalah aku kan suka berkelana ke blog-blog mp3, kebetulan ketemu sebuah postingan blog yang ada lagu ini. Terus iseng download, suka. Dan aku pernah denger juga lagu ini di-cover jadi reggae. Aneh sih kalau itu.
I Hope We Get to Love in Time/1976
20. The Night I Heard Caruso Sing - Everything But The Girl
PS: Ah, duo ini dipuja dimana-mana kan ya. Tapi aku barely know any of their songs. Huehueheu.
DA: Serius? Kan banyak hits mereka.
PS: Ya, tau hitsnya aja. Belum pernah tertarik punya dan denger album mereka.
DA: Aku milih lagu ini karena di lagu ini mereka duet bernyanyi bersama. Jarang-jarang.
Idlewild/1988

21. You and I - Wilco &amp; Feist
PS: Lagunya aku suka, Feist aku suka banget, Wilco sampe sekarang belum bisa suka. Lagu ini aku juga taunya dari kamu.
DA: Aku nggak ngikutin Wilco tapi aku ngikutin Feist .
PS: Sama.
DA: Dan lagu ini salah satu kolaborasi Feist yang aku suka. Lagu cinta yang yang nggak berbunga-bunga namun terasa nyata dan jujur.
PS: *angguk angguk setuju*
Wilco (The Album)/2009
22. Car Crash - Josh Rouse &amp; Paz Suay
PS: Josh Rouse pertama denger album Subtitulo.
DA: Iya, itu album pertamanya di Spanyol kalau nggak salah. Nah, di lagu ini duet dengan pacarnya orang Spanyol.
PS: Oh, itu pacarnya ya. Eh salah…his fiance. Paz Suay is Josh’s Fiancee. She is a talented artist who did the artwork for Bedroom Classics Vol. 2 &amp; Subtitulo. *abis wiki* Jadi ini pasangan seniman ya.
She’s Spanish, I’m American/2007
23. Chovendo na Roseira - Antonio Carlos Jobim &amp; Elis Regina
PS: Nah ini sumbanganku. I love Jobim. I’m a sucker for anything he makes. Satu dari lima lagu Jobim favoritku, ini nomer satu.
DA: Lagu ini nggak gitu populer ya. Pertama denger lagu ini dimana?
PS: Dari albumnya, Elis &amp; Tom. Waktu itu aku beli CD-nya.
DA: Aku baru tau Jobim pernah buat album sama Elis. Selama ini aku kira Jobim hanya buat album dengan Astrud. Ternyata dia pernah 'selingkuh' ya.
PS: Mungkin karena Astrud keseringan menduakan dia sama Stan Getz.
Elis &amp; Tom/1974

24. Je t’aime… moi non plus - Serge Gainsbourg &amp; Jane Birkin
PS: To make a playlist on duos and not have this song would totally wronged it. Selain musical icons, they’re fashion icons as well. Waktu aku harus cari image buat lagu ini kirain akan gampang. Memang sih tapi hampir semuanya erotis. Which is fine, but hey…terus akhirnya nemu foto yang menurutku very sweet ini. Langsung print dan pajang di meja kantor. Hehe
DS: Iya, lagu ini fenomenal ya. Bagian mendesahnya itu lho.
PS: Kira-kira direkam di studio atau…?
Jane Birkin/Serge Gainsbourg/1969

25. In the Sun - She &amp; Him
PS: Ini (mantan) idolamu yah.
DA: Iya, sebelum jadi idola umum para remaja pria sekarang ini.
PS: Aku sebenernya kaget pas pertama denger Zooey nyanyi. She’s so cute tapi suaranya gede banget.
DA: Iya, suaranya sebenernya dibilang bagus sih gak ya tapi khas.
PS: Aku pernah denger versi live-nya, malah semakin ngakak denger suaranya. :D
DA: "In the Sun" sendiri aku suka dari pertama denger. Plus di videonya eksploitasi berdurasi 3 menit dari kekiyutan Zooey.
Volume Two/2010

26. Heard It On The Radio - The Bird and The Bee
PS: Aku ingat tahun lalu waktu aku lagi dinas kerja di Jakarta, temenku mengirimkan CD ini. Dan semua lagu dalam album A Tribute to Darryl Hall and John Oates rasanya hampir semua aku suka. Jadi soundtrack 2010 aku pokoknya.
DA: Dan lagu ini adalah satu-satunya lagu ciptaan mereka sendiri di album tersebut. Tapi rasanya kayak lagu Hall and Oates yang mereka cover yah. Jenius.
Interpreting the Masters Volume 1: A Tribute to Daryl Hall and John Oates/2010

27. Guilty - Barbra Streisand &amp; Barry Gibb
PS: Lagu ini aku sering banget denger waktu kecil. My dad was into The Bee Gees.
DA: Mamaku juga penggemar berat The Bee Gees. Anehnya aku baru denger lagu ini. Tapi ini memang duet dengan Barry bukan The Bee Gess-nya.
PS: Oh iya? I thought sama Bee Gees-nya.
DA: * googling * Oh, ternyata yang nyiptain lagu mereka bertiga (semua anggota The Bee Gess) tapi yang nyanyi memang atas nama Barry saja.
Guilty/1981
28. Being Boring - Pet Shop Boys
PS: Don’t really listen to Petshop Boys tapi lagu ini suka banget.
DA: Aku juga. Katanya ini salah satu singel terbaik dari mereka dan aku setuju.
PS: Setuju juga.
Behaviour/1990

29. Happiness - The Weepies
DA: The Weepies, salah satu duo husband and wife favoritku.
PS: Mine too. Dan aku pilih lagu ini karena I’m currently happy. Dulu tau The Weepies dari temen kuliah, terus suatu hari lagi nonton serial tv Dirty Sexy Money tiba-tiba ada mereka, mainin lagu mereka "Somebody Loved".
DA: Aku juga kaget ada The Weepies di serial itu. Tadinya mengira mereka tipe band yang nggak akan muncul di televisi nasional.
Happiness/2003

30. Clowns - Goldfrapp
PS: Lagu ini ada di dalam album Goldfrapp Seventh Tree yang konon kurang begitu sukses. But this is actually my favorite album of them.
DA: Aku nggak ngikutin Goldfrapp cuma tau hits-hitsnya aja. "Clowns" kenapa jadi paling favorit?
PS: Bimbang sih sebenernya antara dua lagu. Tapi nggak tau kenapa pas masukkin list milih "Clowns".
DA: Lagunya cinematic yah.
PS: Iya and I think it’s about breast implant..
Seventh Tree/2008
31. Sayang - Chrisye &amp; Hetty Koes Endang
DA: Aku pertama kali denger lagu ini di sebuah mushroom session di Batu Karas. Nggak sengaja keputer lagu ini dan temenku yang sedang under substance mengulang terus sampai hampir menangis terharu karena menurutnya lagu ini begitu enaknya. Dan setelah beberapa kali diputar, saat itu aku merasa lagu ini enak banget.
PS: Pertama kali denger lagu ini di kantor. Suatu hari aku lagi dengerin RATM all morning. Lagi rush hour gitu, tapi lama-lama jadinya telinga capek juga. Akhirnya request ke temen kantor something soothing, terus dipasang lagu ini dan langsung suka banget.
DA: Padahal sekilas duetnya janggal ya. Aneh aja sama Hetty Koes Endang.
PS: Iya, kalau dilihat hanya dari judul dan penyanyi dan nggak denger lagunya, I’ll prolly skip it. :D
Nona/1984
32. For All We Know - The Carpenters
DA: The Carpenters kan terkenal sebagai salah satu produsen terbesar lagu-lagu pernikahan. Lagu ini menjadi ranking 1 di antara lagu-lagu pernikahan dari The Carpenters.
PS: Nah, kebalikan kamu. Aku sukanya lagu-lagu sedih dari The Carpenters seperti "Superstar", "Goodbye to Love" dan "I’m Still Not Over You". Tapi bukan berarti aku nggak suka love songs mereka ya. Favorit sih tetap "Close to You". Klise yah. Maybe I am.
DA: Yang klise-klise itu kan sudah terbukti kebenarannya.
PS: Ah. How true.
Carpenters/1971
33. On The Beach Boys Bus - Bill Wells &amp; Maher Shalal Hash Baz
DA: Aku sengaja pilih lagu ini untuk penutup playlist kita. Lagu yang singkat dan sederhana namun memikat.
PS: Lagunya enak banget. Never heard of it before. Have no idea who they are. Tapi suka, suka, suka.
DA: Apa yang kamu bayangin saat denger lagu ini?
PS: Peace and contentment. Membuat senyum.
Osaka Bridge/2006

Pratiwi Sasotya is a morning person who eats breakfast menus for dinner, while Dimas Ario is a devoted mixtape maker. They met 6 years ago through the hippest blogging site circa early 2000, Multiply.com, (she secretly still thinks so, he moved on to blogspot.com). Both have firm fixation towards good pop songs, catchy songs with no pretensions. No guilty pleasures when it comes to good tunes.
___________________
♫ Radio streaming live from 8-10 PM http://army.wavestreamer.com:6356/listen.pls. Or download the whole playlist here ♫


Playlist ini disusun untuk program The Block Rockin' Beats yang dibina oleh Rudolf Dethu dan telah mengudara di The Beat Radio Plus - Bali, 98.5 FM pada tanggal 13 Juli 2011
Dimas Ario is a devoted mixtape maker. He have firm fixation towards good pop songs, catchy songs with no pretensions. No guilty pleasures when it comes to good tunes.