Search

Content

Saturday, December 22, 2012

Dimas Ario's Favorite Songs of 2012 (Part One)




Akhir tahun selalu menjadi momen untuk kembali napak tilas dari apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun.  Apa yang sudah kita lalui, kita capai atau kita tinggalkan terkadang masing-masing memiliki penanda tertentu yang dapat kita kenang di masa depan.

Bagi banyak orang, penanda tersebut adalah lagu. Lagu yang menjadi soundtrack untuk berbagai hal yang terjadi sepanjang tahun. Seperti tahun lalu, saya tidak lagi banyak mendengarkan album musik. Hanya beberapa album yang saya dengarkan intens. Sisanya, saya lebih memilih mendengarkan banyak lagu.

12 lagu yang kesemuanya rilisan 2012 di bawah ini yang saya dengarkan sepanjang tahun, menemani kisah-kisah baik suka maupun duka di 2012 yang bagi saya pribadi merupakan tahun yang penuh liku, naik dan turun. Tentunya ada banyak lagu lain yang saya dengar di tahun ini namun tidak saya masukkan dalam list ini karena bukan rilisan 2012 dan juga mungkin karena terlalu personal.

Semua lagu yang ada di list ini adalah lagu-lagu favorit rilisan tahun ini yang menurut saya sayang untuk dilewatkan banyak orang. Beberapa lagu di sini mungkin sudah banyak ditampilkan di berbagai media musik yang kamu baca namun beberapanya sepertinya kurang mendapat sorotan padahal mereka patut untuk didengar.

Ini adalah bagian pertama dari lagu-lagu favorit saya sepanjang 2012. Bagian kedua yang berisi lagu-lagu dalam negeri akan menyusul dalam waktu dekat. Selamat mendengarkan!

St. Lucia - Closer Than This

St. Lucia adalah moniker dari musisi kelahiran Afrika Selatan yang besar di Brooklyn, New York, Jean Philip Grobler. Lagu ini ada dalam ep yang dirilis di bulan Maret 2012. Pertama kali mendengar lagu "Closer Than This" ini yang pertama kali terlintas adalah pengaruh 80an yang kental dengan layer synth dan hentakan drum elektrik. Refren lagu ini adalah tipe refren yang sanggup hinggap di kepala dalam jangka waktu yang lama.

Friends - I'm His Girl

Friends adalah salah satu band Brooklyn generasi terbaru yang memiliki nama generik yang tidak ramah mesin pencarian internet, seperti juga band Tops, Cults dan Literature. Musik Friends memiliki pengaruh dari musik di awal 80an, khususnya pada musik dari Tom-Tom Club, ESG dan Lisa-Lisa & Cult Jam. Single "I'm His Girl" ini menarik perhatian saya dari awal dengar dengan line bass yang groovy dan cara beryanyi vokalis Samantha Urbani yang seksi.

Simian Ghost - Automation

Pertama mengetahui band asal Swedia ini saya tidak langsung jatuh cinta dengan lagu "Automation" ini melainkan saya mendengarkan lagu lain yang merupakan single pertama dari album kedua mereka Youth yang dirilis bulan Februari 2012. Tertarik dengan single pertama tersebut, saya langsung mendownload album mereka. Ternyata sealbum banyak lagu yang bagus. Cukup sulit menentukan mana yang favorit. Setelah beberapa kali putaran, saya akhirnya jatuh cinta dengan "Automation" ini. Dari detik pertama, lagu ini sudah memiliki hook dan melodi yang kuat dan berlanjut hingga detik terakhir. Musik mereka pada dasarnya pop namun dengan balutan sedikit elektronika dan terkadang distorsi yang samar.

Passion Pit - Constant Conversations

Lagu ini membuat Passion Pit menanggalkan jubah indie rocknya menjadi blue-eyed soul yang menggairahkan. Lagu seperti ini yang seharusnya dirilis oleh banyak penyanyi modern R&B di Amerika Serikat saat ini. "Constant Conversations" diambil dari album mereka Gossamer yang dirilis setelah perjuangan selama tiga tahun dari vokalis Michael Angelakos melawan penyakit Bipolar Disorder yang dideritanya. Jadi album Gossamer ini berisi berbagai muatan emosi, mulai dari sakit hati, kebingungan akan penyakit kejiwaan hingga perasaan nyaman yang semu, salah satunya yang tertuang pada lagu "Constant Conversations" ini: "Yeah I love you and I need you/But someday you're gonna need to find some other kind of place to go," begitu kata Michael Angelakos.

Constrobuz - Night Town

Constrobuz adalah satu dari banyak band/musisi yang saya ketahui dari hasil pemburuan di blog-blog mp3. Jika dilihat dari sampul albumnya yang menampilkan foto contra bas, tulisan hiragana dan judul album serta nama Constrobuz yang ditampilkan dengan font Times New Roman, saya sempat mengira ini adalah sebuah album jazz kontemporer dari musisi Jepang. Namun dugaan saya salah. Constrobuz adalah alter ego dari seorang produser asal Releigh, North Carolina di Amerika Serikat. Tidak butuh waktu lama bagi saya mencintai album Rain and Dust dari Constrobuz ini. Dan dengan ini saya nobatkan album Rain and Dust sebagai album tengah malam terbaik 2012. Dan lagu ini menjadi contoh terbaiknya. Dengarkan lagu ini saat berkendara di tengah malam saat keadaan di luar hujan deras.

Dorsh - Je t'aime

Pertama kali mendengar lagu ini saya tidak pernah menyangka bahwa penyanyinya yang bersuara halus dan memikat adalah seorang pria bernama Dorsh Deans yang memiliki darah "Jaminglican" (Jamaican, English and American). Mendengar debut singlenya "Je t'aime" ini seperti mendengar Sade yang diiringi oleh Sova (masih inget band elektronik Indonesia satu ini?) Untuk ukuran single debut sebagai penyanyi - setelah sebelumnya sempat menjadi sound engineer, produser, DJ bahkan pemain sepak bola - Dorsh terbilang sukses.

Tame Impala - Apocalypse Dreams

Band asal Australia ini salah satu dari sedikit band era sekarang yang berhasil meniupkan aroma psikadelik khas 60an namun tetap terdengar modern dan tidak berusaha untuk menjadi retro. Walaupun suara Kevin Parker sudah dipastikan akan membuat kita terkenang oleh sosok John Lennon. Album debut mereka Innerspeaker memperkenalkan mereka sebagai calon bintang psikadelik yang akan bersinar. Dan melalui album kedua mereka Lonerism yang dirilis bulan Oktober 2012 lalu, Tame Impala mengukuhkan posisinya. Lagu ini adalah buktinya.

Blur - Under the Westway

Kembalinya Blur di dunia musik ditandai dengan "Under the Westway" yang bisa saya katakan sebagai salah satu lagu balada terbaik sepanjang 2012. Lagu berdasar piano ini indah dan simpel namun pastinya sangat diperhitungkan setiap detailnya. Lagu ini menambah jejeran lagu balada dari Blur yang selalu membuat kesedihan tiba-tiba datang menyergap.

Frank Ocean - Thinkin Bout You

Untuk Frank Ocean ini harus diakui saya termakan hype. Musisi ini begitu banyak diperbincangkan berbagai kalangan karena pengakuan dirinya yang gay dan juga album debutnya Channel Orange yang menuai banyak reaksi positif. Karena penasaran, saya lalu mencoba untuk mendengarkan album Channel Orange tersebut. Dan walhasil, album itu menjadi high rotation pada beberapa waktu di 2012 ini. Lagu "Thinkin Bout You" termasuk favorit. Dibuka dengan alunan biola yang menghayutkan yang lalu disambut dengan synth hangat dan beat-beat kecil di tengah lengkingan falsetto Frank Ocean pada bagian refren. Lagu ini bersinar tanpa perlu berusaha banyak.

Haim - Forever

Haim adalah trio yang semuanya bersaudara, terdiri dari tiga wanita menarik dengan gaya busana terkini. Sejauh ini mereka belum merilis album. Banyak yang membandingkan musik mereka dengan Fleetwood Mac. "Forever" adalah tipikal lagu pop musim panas yang mengundang setiap orang yang mendengarkannya untuk menggerakkan badan. Album debut Haim akan dirilis tahun depan. Patut diantisipasi.

Pet Shop Boys - Breathing Space

Saya bukan penggemar berat Pet Shop Boys. Hanya mendengar beberapa albumnya. Itu pun tidak intens. Namun baru kali ini saya intens mendengarkan album mereka yang dirilis tahun 2012 ini. Album ini menunjukkan ketenangan dari umur mereka yang tidak muda lagi. Salah satu lagu yang membuktikan pernyataan saya ini adalah "Breathing Space" yang dibuka dengan dentingan gitar akustik yang lembut yang menuntun kita untuk berkontemplasi sepanjang lagu.

Rhye - The Fall

Kalau ditanya lagu terfavorit saya sepanjang 2012, lagu ini jawabannya. Saya putar berulang kali dalam beberapa bulan ke belakang. Mereka juga merilis versi live dari lagu ini yang juga sama bagusnya. Ketika pertama kali muncul di tahun ini, tidak ada yang tahu pasti latar belakang dari Rhye ini. Mereka merilis lagu beserta video musiknya secara anonymous. Namun belakangan diketahui bahwa Rhye ini merupakan project kolaborasi lintas negara antara penyanyi/produser asal Toronto, Mike Milosh yang sebelumnya telah merilis tiga album solo dan juga Robin Hannibal asal Denmark yang sebelumnya bergabung dengan grup electro-soul, Quadron.

Lagu "The Fall" ini sungguh sebuah lagu pop dengan produksi brilian. Detail suara yang kecil seperti petikan biola yang dimainkan pizzicato, suara cello yang terkadang menyeruak hingga beat drum yang monoton namun adiktif membuat lagu ini layak untuk terus diputar berulang. Perhatikan bagian akhir lagu ini yang indah dimana semua instrumen perlahan menghilang menyisakan alunan string section yang lembut. Seperti menyimak pasangan yang masih berdansa di sebuah ballroom kosong yang telah ditinggal banyak orang.

Lagu ini menjadi tambah sempurna oleh suara Mike Milosh (lagi-lagi tadinya saya mengira ini suara wanita) yang terdengar sensual dan intim. Saat Mike Milosh menyerukan "Make love to me" di tengah dentingan piano dan beat drum tidak membuat saya berpikir bahwa ia sedang menggoda untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka namun terasanya bahwa Mike Milosh sedang mengutarakan keinginannya untuk meluapkan bentuk emosi paling intim antara hubungan dua manusia.

Saya menganggap Project Rhye ini sebagai project cinta yang dibentuk oleh dua orang pria yang tengah kasmaran kepada pasangannya masing-masing. Dan lagu ini buktinya nyatanya. "The Fall" adalah lagu yang penuh romansa nan sensual tanpa perlu mengumbar kata cinta dan kalimat-kalimat erotis.

Klik gambar di bawah ini untuk mengunduh semua lagu di atas.

0 comments:

Post a Comment

Dimas Ario is a devoted mixtape maker. He have firm fixation towards good pop songs, catchy songs with no pretensions. No guilty pleasures when it comes to good tunes.